Pages

Showing posts with label Kriteri Ketuntasan Minimal (KKM). Show all posts
Showing posts with label Kriteri Ketuntasan Minimal (KKM). Show all posts

Sunday, February 26, 2012

Analisis Kriteria Ketuntasan Minimal

Analisis Kriteria Ketuntasan Minimal

Pencapaian kriteria ketuntasan minimal perlu dianalisis untuk dapat ditindaklanjuti sesuai dengan hasil yang diperoleh. Tindak lanjut diperlukan untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam pelaksanaan pembelajaran maupun penilaian. Hasil analisis juga dijadikan sebagai bahan pertimbangan penetapan KKM pada semester atau tahun pembelajaran berikutnya.

Analisis pencapaian kriteria ketuntasan minimal bertujuan untuk mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan. Setelah selesai melaksanakan penilaian setiap KD harus dilakukan analisis pencapaian KKM. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan analisis rata-rata hasil pencapaian peserta didik kelas X, XI, atau XII terhadap KKM yang telah ditetapkan pada setiap mata pelajaran. Melalui analisis ini akan diperoleh data antara Lain:

  1. KD yang dapat dicapai oleh 75% – 100% dari jumlah peserta didik pada kelas X, XI, atau XII;
  2. KD yang dapat dicapai oleh 50% – 74% dari jumlah peserta didik pada kelas X, XI, atau XII;
  3. KD yang dapat dicapai oleh 49% dari jumlah peserta didik peserta didik kelas X, XI, atau XII.

Manfaat hasil analisis adalah sebagai dasar untuk meningkatkan kriteria ketuntasan minimal pada semester atau tahun pembelajaran berikutnya. Analisis pencapaian kriteria ketuntasan minimal dilakukan berdasarkan hasil pengolahan data perolehan nilai setiap peserta didik per mata pelajaran.

Contoh Penentuan KKM di Sekolah Dasar

1. Penentuan KKM dari indikator

(KKM Kompetensi Dasar (KD) merupakan rata-rata dari KKM indikator yang terdapat dalam Kompetensi Dasar tersebut )

- Kompleksitas KD 1 :

Kriteria A : 65

Kriteria B : 75 + 65/ 2 = 70
Kriteria C : 66

Rumus : (65 + 75 + 66)/ 300 x 10 = 68

Jadi KKM untuk KD 1 adalah 68

2. Penentuan KKM dari KD

(Kriteria ketuntasan minimal setiap Standar Kompetensi (SK) merupakan rata-rata KKM Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam SK tersebut)

Contoh terdapat 6 SK

Berarti

Rumus = KKM SK 1 + KKM SK 2 + KKM SK 3 +...+ KKM SK 6

6

= 68 + 70 + 65 + 70 + 65 + 72 = 68, 33

6

= 68

3. Penentuan KKM mata pelajaran

(Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran merupakan rata-rata dari semua KKM-SK yang terdapat dalam satu semester atau satu tahun pembelajaran, dan dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB/Rapor) peserta didik)

KKM Semester 1 + KKM Semester 2

2

Contoh :

65 + 70 / 2 = 135 / 2 = 67,5 = 68

Jadi KKM untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VI yang ada di KTSP adalah = 68

Langkah-Langkah Penetapan KKM

Langkah-Langkah Penetapan KKM

Penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran. Langkah penetapan KKM adalah sebagai berikut:

1. Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik;

2. Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD, SK hingga KKM mata pelajaran;

3. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian;

4. KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan;

5. KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik.

E. Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal


Secara umum penentuan KKM dapat dilihat pada bagan berikut:

Gambar. Skema Penentuan KKM

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penentuan kriteria ketuntasan minimal adalah:

1. Tingkat kompleksitas, kesulitan/kerumitan setiap indikator, kompetensi dasar, dan standar kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Suatu indikator dikatakan memiliki tingkat kompleksitas tinggi, apabila dalam pencapaiannya didukung oleh sekurang-kurangnya satu dari sejumlah kondisi sebagai berikut:

a. guru yang memahami dengan benar kompetensi yang harus dibelajarkan pada peserta didik;

b. guru yang kreatif dan inovatif dengan metode pembelajaran yang bervariasi;

c. guru yang menguasai pengetahuan dan kemampuan sesuai bidang yang diajarkan;

d. peserta didik dengan kemampuan penalaran tinggi;

e. peserta didik yang cakap/terampil menerapkan konsep;

f. peserta didik yang cermat, kreatif dan inovatif dalam penyelesaian tugas/pekerjaan;

g. waktu yang cukup lama untuk memahami materi tersebut karena memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi, sehingga dalam proses pembelajaran diperlukan pengulangan/latihan;

h. tingkat kemampuan penalaran dan kecermatan yang tinggi agar peserta didik dapat mencapai ketuntasan belajar

Contoh 1.

SK 2.

Memberikan informasi dan tanggapan secara lisan

KD 2.4

Mendeskripsikan isi laporan hasil pengamatan/kunjungan

Indikator

Mendeskripsikan isi laporan hasil pengamatan/ kunjungan

Indikator ini memiliki kompleksitas yang tinggi, karena untuk mendeskripsikan isi laporan dibutuhkan kemampuan mencermati dan memahami isi laporan.

2. Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran pada masing-masing sekolah.

Sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kompetensi yang harus dicapai peserta didik seperti perpustakaan, laboratorium, dan alat/bahan untuk proses pembelajaran; ketersediaan tenaga, manajemen sekolah, dan kepedulian stakeholders sekolah

Contoh:

SK 3.

Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor‑faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri.

KD 3.3

Menjelaskan keseimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah keseimbangan dengan melakukan percobaan.

Indikator

Menyimpulkan pengaruh perubahan suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume pada pergeseran keseimbangan melalui percobaan.

Daya dukung untuk Indikator ini tinggi apabila sekolah mempunyai sarana prasarana yang cukup untuk melakukan percobaan, dan guru mampu menyajikan pembelajaran dengan baik. Tetapi daya dukungnya rendah apabila sekolah tidak mempunyai sarana untuk melakukan percobaan atau guru tidak mampu menyajikan pembelajaran dengan baik.

3. Tingkat kemampuan (intake) rata-rata peserta didik di sekolah yang bersangkutan.

Penetapan intake di kelas X dapat didasarkan pada hasil seleksi pada saat penerimaan peserta didik baru, Nilai Ujian Nasional/Sekolah, rapor SMP, tes seleksi masuk atau psikotes; sedangkan penetapan intake di kelas XI dan XII berdasarkan kemampuan peserta didik di kelas sebelumnya.

Contoh penetapan KKM

Untuk memudahkan analisis setiap indikator, perlu dibuat skala penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran. Contoh:

Aspek yang dianalisis

Kriteria dan

Skala Penilaian

Kompleksitas

Tinggi
< 65

Sedang
65-79

Rendah
80-100

Daya Dukung

Tinggi
80-100

Sedang
65-79

Rendah
<65

Intake peserta didik

Tinggi
80-100

Sedang
65-79

Rendah
<65

Atau dengan menggunakan poin/skor pada setiap kriteria yang ditetapkan.

Aspek yang dianalisis

Kriteria

penskoran

Kompleksitas

Tinggi

Sedang

Rendah

1

2

3

Daya Dukung

Tinggi

Sedang

Rendah

3

2

1

Intake peserta didik

Tinggi

Sedang

Rendah

3

2

1

Jika indikator memiliki kriteria kompleksitas tinggi, daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang, maka nilai KKM-nya adalah:

1 + 3 + 2

_________ x 100 = 66,7

9

Nilai KKM merupakan angka bulat, maka nilai KK-nya adalah 67.